Home
dagangkentut
Recent Entries 



Resep Jempolan : Napak Tilas Rute Tersayang di Sebelas Tahun Yang Lalu


”Butir pertama CTM + Oscar Peterson Trio - On a Clear Day”

Mencoba kembali untuk berjudi dengan Tuhan di Sabtu yang penuh angka taruhan itu. Lagi-lagi Tuhan memenangkannya. Yes!! Ketika seorang penjudi yang baru kalah taruhan dari Tuhan, yang pada akhirnya dia mencoba untuk meninabobokan kekalahannya itu dengan sebuah rute tersayang yang lebih dari sepuluh tahun ini tidak pernah dilewati lagi. Rute yang sering digagahi di sekitar tahun 1994-1996, akhirnya membantu si Penjudi untuk merekonstruksi apa yang ditemuinya sepanjang dia melewati rute tersebut.


Yadi Codet

Di awal langkah, saya melihat Yadi Codet yang sedang mengobrol dengan temannya. Saya mengingat dia, dan dia tidak akan pernah mungkin mengingat saya. Seorang Yadi Codet yang ketika saya SD menjadi seseorang yang cukup ditakuti karena keberanaian dan kenekatannya. Teringat kembali sebuah isu yang berhubungan dengan Yadi. Isu yang muncul ketika saya duduk di bangku kelas 4 SD. Isu tentang keberanian, keanehan, dan kenekatan seorang Yadi Codet yang disebut-sebut sering memakan janin kucing. Isu yang beredar saat itu mengatakan bahwa ha itu dilakukan Yadi untuk menggapai cita-citanya dalam menuntul ilmu sihir, yaitu ilmu kebal tubuh.
Kharisma Yadi Codet di awal tahun 90-an cukup memberikan manfaat untuk saya. Ketika saat itu saya yang selalu menjadi sasaran pemukulan anak-anak kecil (baca: sebaya). Pemukulan yang sering dilakukan tanpa sebab. Terkadang dilakukan hanya karena di tiap pertandingan sepak bola mereka selalu kalah, dan akibatnya saya lah yang menjadi sasaran amukan mereka saat itu, karena saya yang selalu mencetak gol dalam jumlah yang banyak ketika pertandingan sepak bola berlangsung saat itu. Untuk menghindari pemukulan yang terlalu sering saya dapatkan dari mereka, maka saya pun meminta link kepada seorang teman. Link yang dapat memberikan keamanan untuk saya saat itu. Teman saya itu dengan cepatnya memberikan masukan kepada saya. Dia menganjurkan saya agar mencari cara untuk bisa akrab dan kenal dengan Yadi Codet. Konon menurut teman itu, bahwa para pemukul liar itu merupakan anak buah dari Yadi Codet. Cukup keras kehidupan ini. Kehidupan sebuah daerah kecil di kawasan Bandung Wetan.


”Butir kedua CTM + Wynton Kelly – Whisper Not”


Purnama a.k.a Upu

Hanya beberapa langkah saja, saya langsung melihat sebuah rumah mungil. Rumah yang sering saya kunjungi saat saya SD. Tempat di mana saya menghabiskan waktu untuk menunggu sore dengan membuat rujak bersama keluarga Upu. Teringat Upu, teringat juga dengan kegigihan dia di masa kecil untuk mencari uang jajan sekolah melalui beragam cara, mulai dari menjual koran, mengemis kepada mahasiswa dan mahasiswi ITB yang menjadi aktivis mesjid Salman, bahkan bila terpepet, sering juga dia mencuri sandal Hawaiannas yang berserakan di batas suci mesjid itu.
Pernah saat itu Upu memaksa Saya, Adeng, Cecep, dan Hadi untuk menjadi murid karatenya. Tentunya pemaksaan itu Upu lakukan dengan tambahan iming-iming konsumsi yang akan dia sediakan setiap kali kami menjadi muridnya. Murid dari kursus karate aneh. Karate dengan jurus-jurus yang didapatkan Upu dari sebuah buku Pandual Belajar Ilmu Bela Diri yang menurutnya dia dapatkan dari Guru Gaibnya yang berwujud Macan. Sintingnya saat itu, kami mau untuk berpura-pura mempercayai semua yang dia katakan. Bahkan lebih berpura-pura lagi untuk terkagum-kagum dengan apa yang Upu lakukan. Namun hal itu kami lakukan karena kami sangat menunggu konsumsi yang biasanya dia sediakan setiap kali kami berlatih karate padanya. Konsumsi berbentuk makanan ringan seperti Qeju-qeju, Waffel cepe-an, dan sebotol Gatorade untuk bersama. Semuanya itu dianggap cukup sebanding dengan apa yang kami lakukan, meng-amini apa yang Upu ucapkan dan meniru gerakan karate absrud yang dia lakukan dengan tampangnya yang sangat serius. Pernah kami disuruhnya berlari beberapa keliling lapangan bulu tangkis, hanya karena kami telat datang berlatih. Menurtnya, hal itu tidak baik dilakukan manakala kita sedang belajar Karate. Menurutnya juga, bahwa yang paling terpenting dari kesemuanya itu adalah awal dari diri kita untuk berdisiplin waktu. Bukan karena takut kami kepada Upu, sehingga kami mau melakukan apapun yang dia perintahkan. Namun lagi-lagi, semua hal itu kami lakukan agar Upu semakin sering memberikan kami traktiran makanan kecil di Sekolah, dan tentunya agar dia semakin sering mengajak kami untuk memakan rujak di rumahnya.


”Rasa kantuk mulai datang, mimpi-mimpi mulai mengantri menunggu giliran untuk dimunculkan di tidur siang ini + Mose Allison – Groavin’ High”


Cecep

Beberapa puluh meter saja kaki ini melangkah pada rute lama itu, semua hal kembali teringat dengan cepat dan lengkapnya. Melewati rumah Cecep Wahyudi yang lebih nampak indah dan berseri dari terakhir yang saya lihat di tahun 1997. Rumah yang pernah terbakar di tahun 1997. Tragedi kebakaran yang menurut banyak orang dianggap sebagai sabotase Yayasan Kebun Binatang Bandung yang saat itu sedang mengalami kesulitan dalam perluasan lahan parkir pangunjung.
Seorang teman ketika saya SD dan SMP. Namun rekonstruksi singkat ini hanya bercerita tentang apa yang ada di pikiran saya ketika saya mengingat seorang Cecep, seorang teman ketika saya duduk di bangku SD. Seorang teman yang juga rival saya dalam merebut perhatian gadis-gadis di kelas. Seorang teman yang selalu menjadi musuh besar saya di tiap hari selasa. Hari di mana kelas Saya dan Cecep berolahraga, yang selalu diakhiri dengan bermain bola. Permainan yang mengakibatkan kejengkelan Saya terhadap Cecep menjadi luar biasa, karena kami berdua merupakan pemain bola dengan posisi yang sama-sama sebagai penyerang. Kami berdua senantiasa menjadi rival dalam setiap pertandingannya. Berkompetisi untuk merebut pujian Guru Olahraga saat itu, dan tentunya berkompetisi untuk mendapat pujian dari gadis-gadis manis di kelas. Hingga suatu saat saya pernah menonjok kepala Cecep dengan kerasnya saat kami saling bertanding. Hal itu saya lakukan karena cemburu melihat Hera (HTS-an saya saat itu) selalu memanas-manasi saya dengan selalu mentraktir Cecep di sekolah.

”Saya menyerah pada kantuk + Cream Wajah + Ornette Coleman – Focus on Sanity”


ZzzZzz........zzzzZZ.........ZZZzzz......zzZzzz.....ZZZzz.......zzzZZzzz....??ZzzzZZzzz......
............ZzzZzz........zzzzZZ.........ZZZzzz......zzZzzz.....ZZZzz.......zzzZZzzz....??ZzzzZZzzz......
........zzzzZZ.........ZZZzzz......zzZzzz.....ZZZzz.......zzzZZzzz....??ZzzzZZzzz......
ZzzZzz........zzzzZZ.........ZZZzzz......zzZzzz.....ZZZzz.......zzzZZzzz....??ZzzzZZzzz......
........zzzzZZ.........ZZZzzz......zzZzzz.....ZZZzz.......zzzZZzzz....??ZzzzZZzzz......
ZzzZzz........zzzzZZ.........ZZZzzz......zzZzzz.....ZZZzz.......zzzZZzzz....??ZzzzZZzzz......


”Tangisan Afsa + Sisa lima jam tidur ke depan + Nasi Kangkung + Willem Breuker & Johan Van Der – On Animal Locomotion”


Adeng

Kini saya berada tepat di depan rumah Adeng. Rumah yang sering saya kunjungi ketika saya SD. Banyak yang berubah dari rumah itu. Warung yang ternyata sudah hilang. Menjadi rumah yang memang rumah, bukan lagi rumah yang merangkap menjadi warung tempat berjualan seperti dulu. Adeng adalah seorang teman yang senantiasa berada di pihak saya ketika saya terlibat cekcok dengan Cecep. Padahal, Adeng adalah tetangga dari Cecep. Dalam kesehariannya yang saya saksikan dulu, Adeng adalah tipe orang yang tidak banyak gaya.
Biasanya setelah pulang sekolah, Saya dan Adeng bermain sepeda di kawasan ITB. Terkadang dia mengajak saya bermain basket, memunguti shuttlecock bekas di lapangan badminton PDAM, atau mencari uang jajan tambahan dengan menjadi “Penjaga Tenis”--Kegiatan memunguti bola tenis di lapangan Tenis ITB yang menghasilkan uang lumyan besar saat itu—
Terkadang kami saling bercerita bohong satu sama lainnya. Mulai dari cerita bahwa Adeng pernah “Jaga Tenis” ketika Michael Chang bermain di ITB. Atau pun cerita bohong balasan yang saya lakukan pada dia, bahwa keluarga saya baru membeli lemari es. Sampai suatu saat ketika Guru suatu mata pelajaran menyuruh melakukan suatu praktik, di mana kami membutuhkan lemari es sebagai salah satu alatnya. Adeng yang ingat bahwa di hari yang lalu saya berkata kepada dia bahwa saya memiliki lemari es baru, langsung mengajak kelompok praktik itu untuk melakukan tugasnya di rumah saya. Saya kelimpungan saat itu, ngeri kalau saya dicap pembohong oleh teman-teman. Akhirnya saya pun kembali berbohong dengan mengatakan bahwa lemari es yang ada di rumah sedang dipinjman oleh saudara saya untuk membuat kue. Dan ternyata mereka mempercayainya.


”Butir ketiga CTM + A Mild + Willem Breuker & Johan Van Der - Waddenzee Suite - Suite For the Shallows”


Joko

Kaki saya kembali melangkah, sempat kebingungan dengan apa yang harus saya lakukan, berbelok ke kiri untuk langsung menuju DAM, atau meneruskan jalan lurus saya untuk melewati rumah Joko dan Rama. Akhirnya saya pun berjalan lurus. Sebelas tahun yang lalu, samping kanan-kiri di tempat saya berjalan merupakan kebun-kebun dan lapangan-lapangan tempat bermain anak-anak. Sekarang semuanya berubah menjadi rumah. Asing sekali untuk saya.
Langkah terus berlanjut hingga saya menemukan sebuah rumah dengan nomor 34. Rumah Joko, tempat yang sangat sulit sekali kami kunjungi, karena begitu banyaknya perabotan-perabotan mahal yang ada di rumah Joko itu. Ditambah dengan suasana rumah Joko yang sekaligus tempat di mana para pekerja sablon bertugas. Memang saat itu keluarga Joko mempunyai usaha sablon. Semakin menambah kesulitan bagi kami untuk bisa bermain-main di tempat itu. Padahal begitu banyak kesenangan yang ada di rumah itu. Nintendo dengan kasetnya yang begitu banyak, pisang besar yang ada di lemari es, atau mungkin minimal untuk kami adalah bisa merasakan sejuknya air minum yang disimpan di lemari es. Berbeda dengan saya, Joko mempunyai semua yang rata-rata kami tidak punyai. Bahkan lemari es yang menjadi cerita bohong yang saya lakukan kepada Adeng, dengan begitu gagahnya berada di rumah Joko. Lemari es dengan dua pintu.
Joko bisa dibilang satu-satunya anak yang sempurna di kelas kami, bahkan di sekolah kami. Tampangnya yang cakep, pakaiannya yang selalu bagus, rapi dan wangi, ditambah alat-alat sekolahnya yang selalu saja baru dan bagus, seperti pensil warna Luna yang sangat mahal itu. Dan semua wanita yang saya cintai ketika SD biasanya sudah pasti pernah mengejar dan mencintai Joko. Huh, sulit memang ketika anak dari kaum berada bersekolah di sekolah yang bisa dikategorikan sekolah menengah ke bawah. Menjadikan persaingan menjadi tidak lancar. Joko selalu memanangkan apa pun yang ada di sekolah itu.


”Sesak Nafas + Efek mual yang dihasilkan tiga butir CTM + Dexter Gordon – Fried Bananas”


Rama

Tepat di sebelah rumah Joko adalah rumah Rama. Karena biasanya sangat sulit bagi kami untuk bermain di rumah Joko, maka biasanya rumah Rama pun menjadi pelarian dari kami yang ternyata gagal untuk bermain nintendo dan memakan pisang besar nan dingin rumah Joko. Rumah yang sekaligus tempat kost-an ini memang jarang kita datangi juga. Hanya sesekali saja. Paling-paling juga rumah Rama itu kami singgahi manakala kami selesai berennag di pemandian Tjihampelas yang jaraknya beberapa puluh meter saja dari rumah Rama.
Rama adalah seorang anak yang sangat pintar. Yang menjadi ciri khasnya dia adalah bet nama Rama Wijaya Kusuma yang menempel di seragamnya. Mengingat untuk standar sekolah kami, SDN Pelesiran, bet nama pun bisa dibilang hal yang aneh dan sangat mewah. Itu hanya gambaran kecil saja mengenai standar yang ada di keseharian SD kami.
Rama biasa kami ejek bencong, hanya karena setiap istirahat sekolah dia sering menghabiskan waktunya dengan mengobrol dan bermain-main dengan anak-anak perempuan. Tentunya yang menjadi masalah bagi kami adalah rasa sirik yang ada manakala melihat Rama dicubit-cubit pipinya oleh Hera, Ine, Wiwin, dan Tia. Mereka bisa dibilang perempuan-perempuan andalan sekolah kami.
Berbicara mengenai Rama, berarti berbicara juga mengenai Mang Oyok, paman Rama yang juga tinggal di rumah Rama. Setiap kali kami datang ke Rama, Mang Oyok biasanya ikut bermain dengan kami. Membantu mengerjakan PR, ataupun bermain kelereng. Padahal umur Mang Oyok sangat terlalu ketuaan untuk bermain dengan kami. Dan pernah saya khawatir tidak karuan karena merasa wajah Mang Oyok mirip dengan wajah pria pencuri sepeda De Hari, teman sekolah kami yang berbeda kelas.


BERSAMBUNG...........
Ketombe yang tidak akan pernah membenci Michael Chang

Memang dengan mengheningkan suasana sedetik saja, maka kita dapat mendengar apa yang diinginkan Ketombe itu! Ketombe itu tidak berniat mengganggu Kulit Kepala, apalagi bagian kepala secara keseluruhan! Ketombe itu hanya merasa nyaman di atas Kulit Kepala, memeluknya erat. Dia selalu menghibur Kulit Kepala dengan cara menari-nari di atasnya. Dan kadang sering terjadi kesalah-pahaman, ketika Ketombe dianggap akan menghisap darah yang mengalir ke lapisan kulit kepala bagian terluar. Ketombe itu ingin masuk lebih dalam, tapi sulit baginya! Selalu dianggap mengganggu dan memberi rasa gatal yang tidak karuan. Padahal ketombe itu ingin menjelaskan segala hal. Karena dia sangat berbeda dari ketombe lainnya.

Kasihan ketombe itu, sebentar lagi dia akan merasakan rasa perih yang sangat mendalam dari kekasih Sang Kulit Kepala, Shampoo Beraroma Macam-macam. Tapi mereka berdua tidak pernah mengikrarkan cinta mereka. Hanya konsensus saja, kalo mereka memang pantas bersanding, sepanjang peradaban membuktikan bahwa model iklan Shampoo Beraroma Macam-macam akan senantiasa berwajah cantik. Dan kini Ketombe bersiap menghadapinya dengan lantang. Dia yakin bahwa Shampoo Beraroma Macam-macam senantiasa menciptakan suasana yang tidak nyaman untuk Kulit Kepala. Ketombe yakin Shampoo Beraroma Macam-macam tidak akan pernah bisa membahagiakan Kulit Kepala. Ketombe terlalu percaya diri! Walaupun bila sejenisnya dikumpulkan berpuluh-puluh ton pun, tidak akan pernah ada orang yang hendak membelinya. Berbeda dengan Shampoo Beraroma Macam-macam. Ketombe tidak gentar. Dia sekarang berhadapan dengan sang lawan. Tanpa menunggu berita dari perang pun kita akan tahu bahwa Shampoo Beraroma Macam-macam akan menang, Ketombe itu gugur dengan mudahnya. Kini rambut yang keluar dari Kulit Kepala menjadi wangi menyegarkan. Wangi Aroma Macam-macam.

Namun semua itu masih saja menyisakan cerita. Ketika Shampoo Beraroma Macam-macam itu dibuat iklannya, timbul sesuatu yang mengagetkan semua orang. Rumor beredar, bahwa di iklan Shampoo Beraroma Macam-macam ada sesosok mahluk halus yang ikut terekam kamera. Jenisnya tuyul. Semua orang menunggu iklan Shampoo Beraroma Macam-macam untuk membuktikannya. Semua jari menunjuk ketika menyaksikan iklannya. Yah!! Memang benar adanya, sosok halus itu tampak dengan jelas di layar televisi. Semua orang merasa bahagia karena bisa membuktikan omongannya yang banyak juga tidak dipercayai orang, bahkan dinggap lebih rendah dari pada celotehan orang tidak waras.

Ketombe yang telah gugur pun ikut tersenyum di alamnya yang baru. Dia kini bisa menjelajahi dunia barunya dengan bebas, tanpa ancaman dari Shampoo Beraroma Macam-macam. “Kita memang seharusnya memiliki dunia masing-masing,” ungkap Ketombe. Kini Ketombe senang, dan Shampoo Beraroma Macam-macam senang juga karena penjualannya yang laris di mana-mana. Shampoo Beraroma Macam-macam tidak menyadari harus berterima kasih kepada Ketombe yang telah ikut membantu menghebohkan iklannya.
18th-Mar-2007 01:42 pm - Pecundang Berbagi
Pecundang Berbagi

sore itu saat semuanya menjadi resah dan suasana berbalik dari harapan.Seorang pecundang balik kerumah dan dijalan adzan maghrib berkumandang.Si Pecundang berbuka puasa.Sebelumnya si pecundang mendengarkan dan melihat dua pecundang lain yang sedang bercakap-cakap,dan dalam percakapannya itu dua pecundang mengatakan keengganan untuk membeli minuman mineral seharga 500,karena dianggap kemahalan.Sedangkan dipinggir si pecundang satu duduk seorang wanita cantik rupawan dan teman pria yang gagah aduhainya dengan minuman yang sangat mewah,yang berharga 6 kali lipat ketidak sanggupan dua pecundang membeli air mineral.Saat adzan berkumandang satu pecundang menawarkan minumannya ke dua pecundang lainnya yang tidak dikenalnya.Mengapa si pecundang ini rela memberikan minumannya, itu dikarenakan bukan karena berhubungan dengan bulan ramadhan yang penuh dengan pahala jika kita berbuat amal,tapi karena si pecundang satu telah mencoba beberapa detik memasuki perasaan kedua pecundang lainnya yang menahan haus dan lapar dan si pecundang satu menganggap hal itu sangat menyakitkan.Dengan harapan akan ada orang yang berbuat baik saat si pecundang satu mengalami kejadian seperti yang dialami pecundang dua dan tiga.
DANY dan Flu Burung, apakah aku seorang Suspect Flu Burung?

Garuda Pancasila, aku dahulu pendukungmu
Sekarang aku harus sedikit ragu padamu
Ragu dengan kesehatan dalam ragamu, wahai Garuda
Memang, jasamu begitu banyak di bumiku ini
Ada lima sila kehidupan dalam dadamu
Tanya sering hinggap dalam otakku ini
Tertanyalah mengapaTengokan Kepalamu kau kanankan
Apakah kiri identik dengan suatu ke-komunisan?
Kini kau terdiam tak berdaya....
Cairan-cairan disinfectan mengancammu..

Masih ingatkah saat teman-temanmu
Bedjo, Badut...berlari menghindari sangkar
Sangkar kejam dari Mas Karyo
Dan hanya padamulah mereka mengadu

Joshua pun tak bisa bernyanyi waktu ini
Cit-Cit-Cit-Cuit-Cit,,tak kan mengumandang lagi
Mereka sejenak melupakanmu
Kau panaskan tubuhku ini, membuat dada ini mengendur
Kau besar dengan kehadiran
Dan kelak kau mengerdil dengan kepalsuanmu

Ulf Ubngur...Oh...Ulf Ubngur
Bukanlah merupakan lagu menyayat Sigur Ros
Adalah kekacauan dari sebuah virus
Yang sengaja kuacak kata dengan terilhami
Oh..wahai kau Teka-Teki-TPI


Lima bait puisi diatas sungguh menyayat hati saya disaat ini. Bukan saja rasa prihatin terhadap penyakit yang berkembang dan heboh disaat ini, tapi juga rasa khawatir yang saya rasakan dengan keadaan badan saya sekarang ini. Diantara beberapa gejala Flu Burung yang Menteri Kedokteran utarakan, beberapa sedikit terjadi pada badan saya ini. Yaitu panas badan yang tidak tentu. Tapi ke-khawatiran saya itu hendaknya tidak berlarut-larut, karena saya mulai mem-flashback diri saya sendiri. Dimulai dari beberapa pertanyaan, Siapa saya? Dimanakah saya berada? Apa yang senantiasa saya lakukan? Semua itu saya lakukan dan telusuri tentu saja untuk mengetahui, apakah ada kontak langsung antara unggas dengan saya? Saya mulai mencoba memperhatikan keadaan disekitar saya, mulai dari kamar, kamar mandi, dan rumah khususnya untuk mencari tahu apakah ada keberadaan unggas disana? Namun jawabannya negatif (-).

Sebentar......semua itu hendaknya bukan merupakan kesimpulan yang terakhir, hingga saya melihat se-ekor kecoa yang mondar-mandir dihadapan saya, tanpa rasa takut sedikitpun terhadap keberadaan saya ini. Rasa terhina tentu saja langsung muncul didalam otak saya ini. Sikap kecoa yang tidak memperlihatkan rasa takutnya itu membuat saya teramat sangat terhina. Saya merasa bahwa kecoa itu menganggap saya seperti se-gumpal nasi yang tumpah dari piringnya, atau bisa saja kecoa itu memandang saya sebagai sesosok bulu hidung yang jatuh dari hidung tuannya. Sekedar memberi peringatan bahwa saya paling tidak suka bila keberadaan saya dianggap sebelah mata oleh kaum kecoa, saya memberinya suatu hadiah, Whoooo...hooo......hadiah berupa “Pukulan Bernilai Akademis Tinggi” dengan menggunakan buku panduan UNPAD yang saya dapatkan ketika saya registrasi untuk menjadi seorang mahasiswa. Mungkin pukulan itu akan memberi sedikit trauma pada kecoa itu, bahkan mungkin saja gara-gara trauma yang menjadi berkepanjangan itu, sang kecoa akan mencari keberadaan guru-guru sekolah-nya yang sering memukuli kepala kecoa sewaktu kecoa menuntut ilmu. Tetapi, bila ternyata kecoa itu tidak memakan bangku pendidikan sembilan tahun yang dianjurkan pemerintah dikarenakan biaya sekolah yang mahal, patutlah kita mempertanyakan...kemana habisnya subsidi-subsidi dari Negara Sahabat untuk pendidikan itu? Tak lama kemudian saya melihat bayangan putih terbang dari badan kecoa itu, ternyata bayangan putih itu merupakan arwah dari kecoa yang saya pukul. Saya merasa berdosa karena telah menghilangkan nyawa kecoa itu, bagaimana seandainya bila kecoa itu merupakan saksi terakhir dari peristiwa SUPERSEMAR? Berarti saya telah menggugurkan jutaan harapan dari warga kecoa yang menuntut kasus itu terselesaikan dengan baik dan dengan penuh kejujuran.
18th-Dec-2006 10:14 am - Tendangan Si Manusia Hingga Paha Saja....
Seorang Punk-Rocker itu terdiam tak berdaya. Bukan karena tendangan yang baru saja dia dapatkan akibat kelakuannya yang terlalu berlebihan ketika melakukan Violence-Dance.

Tapi Punk-Rocker itu bingung. Bingung seribu cekukan. Karena wujud yang menendangnya itu bukan merupakan sosok manusia, melainkan sosok yang memang mempunyai kaki, tapi hingga paha saja.
Sosok yang menendangnya itu tidak mempunyai anggota tubuh bagian lainnya.

Sejenak Punk-Rocker itu terdiam diri, mungkin dirinya menganggap bahwa sosok yang dilihatnya itu adalah buah dari suatu Halusinasi yang kencang akibat minuman Sari Beras Gepeng yang ditenggaknya sebelum dia me-mohawk-an rambutnya.

Tapi kemudian Punk-rocker itu tersenyum kecil. Karena mengingat pesan yang pernah disampaikan oleh Almarhum Kakeknya. Pesan yang mengatakan bahwa, “Akan tiba suatu masa, ketika perilaku seorang wanita menyerupai seorang laki-laki, dan begitu pula sebaliknya. Dan didatangkanlah oleh Kerajaan Langit, sosok mengerikan. Sosok yang menyerupai manusia tetapi memiliki begitu banyak keterbatasan. Yaitu dengan struktur tubuh yang tidak lengkap, yaitu hanya memiliki telapak kaki hingga paha saja, tetapi sosok itu bisa berjalan dengan normalnya. Dan sosok itu dikenal dengan sebutan Si Manusia Hingga Paha Saja.”

Konon, sosok itu diturunkan ke bumi untuk melakukan tugas yang teramat besar. Dia ditugaskan untuk mencabut sumbatan di sebuah lubang yang ada di bumi. Maka ketika sumbatan itu dibuka-Nya, seketika itu pula seluruh bagian bumi akan memancarkan cahaya yang sangat menyilaukan. Dan seluruh lubang yang ada di bumi akan memuntahkan pijaran api yang sangat panas. Karena peristiwa itu, semua manusia akan berhenti berdansa, untuk kemudian melakukan gerakan Tarian Aceh sesaat, dan diakhiri dengan tangisan yang abadi sebagai bentuk penyesalan atas apa yang pernah dillakukannya di bumi.

Seketika itu pula Punk-Rocker tadi meninggalkan arena berdansa dengan mengajak ketiga teman lainnya. Mereka segera menuju Jalan Suci untuk memangkas rapi rambutnya, dan menyebrang sebentar ke toko peci H. Iming yang tepat berada di sebrang jalan.

Namun sial, kehancuran bumi yang dibayangkan di benak Punk-rocker tadi tidak terjadi. Padahal Punk-Rocker itu sudah meng-shaleh-kan diri selama lima hari lamanya.

Kegelisahan kini terjadi dalam hati Punk-Rocker yang sedang menunggu kehancuran bumi. Hingga ketika dia sedang melamun, hantaman dia dapatkan dari setrika yang jatuh dari lemari tempat di mana dia bersandar. Namun aneh, bukannya Punk-Rocker itu menjadi pingsan akibat hantaman setrika yang tepat mengenai ubun-ubunnya, malah Punk-Rocker itu mendadak kembali ke arena dansa tadi.

Dan ternyata Punk-Rocker tadi sedang mengalami mimpi akibat pingsan sesaat yang dia dapatkan akibat tendangan sosok yang teramat aneh juga. Yaitu tendangan dari Si Manusia Hingga Mata Kaki Saja. Dan Punk-Rocker pun teringat akan cerita Almarhumah Neneknya yang yang menyatakan bahwa, “Bukan merupakan suatu pertanda bahaya ketika Si Manusia Hingga Mata Kaki Saja turun ke bumi ini. Bumi akan tetap aman, lautan akan tetap ber-air, dan TRL akan tetap tutup. Karena Si Manusia Hingga Mata Kaki Saja itu turun ke bumi dengan maksud untuk melakukan tugas rutinnya mencabuti ilalang di halaman belakang rumah Yapto. Karena Yapto sedang sering berada di rumah Prabowo untuk menenangkan Prabowo yang sedang mengalami depresi tinggi akibat diluncurkannya buku “Detik-detik Yang Menentukan” yang ditulis oleh Habiebie.
Konon, di buku itu Prabowo merasa dijelek-jelek-an oleh Habiebie. Padahal yang paling jelek adalah manusia dengan identitas Mods palsunya.
10th-Oct-2006 03:23 pm - Tembakan Untuk Artis Tersebut
Asmirandah, sebelumnya gw minta maaf yang sebesar-besarnya. Gw yakin apa yang gw lakuin ini sangat tolol mampus dan nga ada gunanya. Di sisi lain, gw ada suatu kewajiban yang sangat mesti gw lakuin untuk sekarang ini. Memang semuanya sangat absurd, nga masuk di akal, tolol, dan lain sebagainnya yang dapat mewakili gambaran dengan apa yang gw lakuin ini.

Sebelum ke inti permasalahan, sebaiknya gw mengutarakan dulu alasan yang dapat gw jelaskan dengan singkat ke Lo mengenai latar belakang kenapa gw ngelakuin semua ini.

1. Tante gw, Lia Eden, beliau meminta gw selaku penerus ke-Nabi-annya untuk mendapatkan "pulung" sebagai cara untuk memantapkan proses ke-Nabi-an yang akan gw dapatkan di saat bulan purnama di bulan Safar. Menurut beliau, "Pulung" itu terdapat di seorang wanita cantik yang sedang naik daun di kancah per-sinetron-an Indonesia. Dan menurut interpretasi gw, orang yang Mba Lia maksud adalah Lo, seorang Asmirandah.

2. Mbah Maridjan mengutarakan, sesungguhnya bahwa Gunung Merapi bukan tidak jadi meletus, melainkan tertunda proses meletusnya karena belum kembalinya Pangeran penjaga Merapi. Konon Pangeran itu sedang mengembara untuk mencari Putrinya yang diculik oleh Monyet India. Menurut penerawangan 1000 Paranormal, Pangeran itu ternyata mencari sosok Putri yang Cantik, Putih, dan Menawan, untuk diajaknya mendiami Merapi untuk mengurus Kerajaan Ghaibnya. Pangeran itu adalah Gw. Dan gw memang wajib untuk mengajak Lo ke Merapi sana. Kita akan bahagia di sana. Dunia yang kita tempati ini sangat semu, hanya bayangan dari setitik keindahan. Ayo, ijinkan gw membawamu ke Merapi yang indah itu. Semua lahar, lava dan segala bebatuan panas lainnya akan mendadak menjadi dingin, sejuk, dan lembut ketika kita bersanding di pelaminan Merapi.

3. Bahwa sesungguhnya lumpur yang menyembur deras di Porong, Sidoardjo sana merupakan derai air mata yang keluar dari Maha Ratu Kerajaan Porong yang terus bersedih selama 100abad karena Permaisuri dari putra Mahkotanya telah dikutuk menjadi Manusia yang sangat lemah. Permaisuri itu tidak lain adalah Lo, Asmirandah. Tidak ada cara lain untuk menghentikan semburan lumpur itu selain Lo bersedia ikut dengan gw menemui Maha Ratu untuk sekedar memeluknya dan mengahapus air matanya. Tidak hanya sampai di situ saja, konon Maha Ratu menginginkan kita kembali bersanding dan meneruskan tahta Kerajaan Porong.

Untuk itu, demi menyelamatkan negara yang sama-sama kita cintai dan banggakan, maka Gw dengan sepenuh hati dan dengan ke-ikhlasan--yang sangat tinggi-meminta Lo, Asmirandah untuk menjadi pendamping gw. Mengingat Negara Indonesia ini sudah sangat luar biasa kacaunya. Maka, izinkan agar cinta gw berlabuh di sisi Mu, wahai Asmirandah. Semoga anda dapat mengerti, dan menjawab dengan cepat dan sigap dalam keadaan yang sehat.

Asmirandah, Gw mencintai Lo......


Asmirandah pun menjawab:

Date: Friday, 20 October, 2006 4:44 PM
Subject: weks
Message: cuma Satu Massage yang aneh ada disini...Yaitu lo...wah mau ngomong apa ya....tapi ga tau apa lo atau gw kan ?

gimana ya...gw suka ketulusan hati u tapi ga tau harus bagaimana ..tulisan panjang sampe lama bacanya jadi pusing heheh

taPi gw masi binggung 1 orng Yg Suka bgt sama Andah...tapi ga segitunya
Walaupun Andah tau ,tapi harus tau saling mengenal...jadi Binggung mau tulis apa
16th-Sep-2006 08:06 pm - Tante Maya
Tante Maya, Sahabat Dekat Ibuku )
16th-Sep-2006 07:50 pm - Intan memaniskan hariku!
Intan, Memaniskan Hariku )
Cara Mendamaikan Konflik di Timteng, Israel Vs Libanon

Perang memang selalu membuat kita muak, menyentuh batin. Mayat, kehancuran, penderitaan, dan kesedihan yang dialami oleh korban selalu saja menjadi bayaran yang mahal dari peluru-peluru yang berterbangan. Peluru yang dibeli dari hasil pajak orang yang sangat menjunjung tinggi etika kemanusiaan. Bagaimana agar perang itu berhenti, bagaimana agar dunia kembali tersenyum dengan solusi win-win, bukan win-lose, atau lose-win.
Berikut cara yang sengaja saya buat untuk mendamaikan dunia (khususnya konflik antara Lebanon dengan Israel)

1. Buatlah satu tokoh Yahudi Radikal palsu (dengan janggut, kumis dan bentuk muka yang disesuaikan walaupun hasilnya sangat artifisial ), selanjutnya tokoh itu di sebut Udi
2. Buatlah satu tokoh Muslim Radikal dengan tanda wajib, cap coklat di jidad, selanjutnya tokoh itu disebut Mumus.

langkah untuk perdamaian:

Untuk Dilakukan Mumus ke Yahudi, dan sebaliknya juga, untuk dilakukan Udi ke Muslim

- Mumus harus mencium jidad tokoh Yahudi Radikal (contoh: Ehud Olmet-PM Israel-) ketika pagi menjelang dengan sambutan salam "Selamat Pagi dari Muslim untuk Yahudi". Cepetan bangun, tuh kopi merek "PEACE FOREVER" sudah siap dihidangkan, plus roti bakar kesukaan kamu, merek "ISLOLIB-singkatan dari Israel Love Libanon-"

-Mumus selanjutnya menyiapkan topi Yahudi yang hendak dipakai oleh Ehud. Ketika Ehud sudah siap berpakaian, pakaikan topi Yahudi -merek Kangol dengan motto kemanusiaannya"Better Hat than Hate"- plus tambahkan dengan sedikit pujian "Idih, dasar Yahudi Ca'em" dengan mencubit kecil pipi sebelah kanan (bila yang dicubit sebelah kiri, maka Mumus akan dianggap sebagai Komunis, ujung-ujungnya Ehud akan menjudge bahwa Mumus terlibat dalam penculikan jenderal di Indonesia tahun 65).

-Ganti bunyi klakson mobil dinas Ehud dengan nada "PEACE..Ah...PEACE..Coy..Kalo nga PEACE muka Lo bakal Kaya Ian Kasela" sehingga di setiap waktu Ehud akan merasa diingatkan untuk tetap damai. Karena bila tidak damai, maka Ehud akan merasa ngeri dengan kutukan wajahnya yang akan diganti dan di mash-up dengan wajah Ian Kasela, lebih ngeri daripada Perang Gajah.

-Terobos pusat pertahanan Israel untuk mengganti peluru dan amunisi pasukan Israel dengan peluru kertas yang sudah ditulisi pesan. Sehingga, ketika pasukan Israel kehilangan kontrol untuk tetap menyerang Liabnon, maka roket, dan senapan mereka yang ditembakkan berganti dengan peluru yang menjulurkan kertas berisi pesan "Daripada menembak musuh, mending nembak Tamara Blezenski, khan do'i lagi jomlo, cakep lagi, masih ketat lagi itunya, harum juga itunya gara-gara Sabun Sirih"

-Bila langkah diatas dinggap terlalu beresiko tinggi, maka langkah terakhir yang bisa anda lakukan adalah mengirim proposal ke PH yang menyelenggarakan Reality Show "Turis Dadakan" agar PH tersebut mengundang seluruh pasukan Hizbullah dan tentara Israel untuk berlibur di Kawah Putih bersama bintang tamu lokal A STONE A sambil menyanyikan lagu "White Volcano". Dan PH tersebut harus menjelaskan sebelumnya, bahwa di Kawah Putih akan tercium dengan sangat kuat bau belerang, hal ini dilakukan agar tentara Hizbullah dengan tentara Israel tidak salah paham dengan saling tuding "Lo kentut, Anjing...","Bukan Gw, Lo Bangsat.." Sehingga damai akan selalu menyertai dunia.


Jangan Mau Untuk Menjadi Direktur! Lebih Susah Dari Tarian Ikan Busa

Sosok Direktur yang di setiap filmnya selalu identik dengan sekretarisnya yang ber-rok pendek, baju lumayan ketat, bibir yang sensual dan pantat yang mantap. Semuanya terasa nikmat dan indah ketika kita menjadi seorang Direktur. gadis banyak, mau makan enak gampang, gonta-ganti mobil tinggal kring, dan sejuta kemewahan dan kemudahan lainnya.

Namun, ketika kamu menjadi Direktur dengan Perusahaan yang ditiup asal jadi dari Kertas A4, plus tinta-tinta palsu dari cartridge yang sudah aus, maka anda akan merasakan semuanya seperti Neraka Yang Terbakar Oleh Bau Kentutnya Tarzan Kusta. Dan semuanya membingungkan, godaan suara wanita yang terus merayu sepanjang waktu, meminta nomor rekening yang terpaksa diceritakan dengan karangan yang spontan dan seperti nyata. Memang semuanya sangat mematikan, janganlah menjadi Direktur, itu sangatlah sulit, seperti memakan jagung di dalam Granat TNI.
This page was loaded Dec 24th 2009, 4:47 am GMT.